Langsung ke konten utama

Raksasa Baru Di Esports



Isi grup ini ada Marsha, Donkey, dan juga Oura yang dulu main di tim EVOS Legends. Yap, GPX berawal dari pemain Mobile Legends yang satu per satu rehat dari scene kompetitif. Ikatan pertemanan mereka masih kuat, terlihat ketika satu sama lain masih suka mengunjungi.Berinisiatif untuk menciptakan satu ekosistem esports yang fun nan ‘asique’, trio ini mendeklarasikan nama Geng Kapak atau disingkat GPX. Donkey, Oura, dan Marsha rajin berkolaborasi di streaming. Mulai dari main game bahkan sampai ‘ngejulid’.

Setelah keluar dari manajemen tim pun, sebenarnya para figur ini enggak lantas turun pamor. Soalnya, masing-masing Donkey, Oura, ataupun Marsha punya fans yang masih setia mengikuti perjalanan mereka.

Setelah malang melintang bikin konten di dunia streaming, para Geng Kapak ini pun akhirnya bikin akun Instagram buat ngumpulin fansnya.

Di akun media sosial resminya, GPX ngenalin Marsha, Oura, Eri, Raply, dan Shelly Oktivia sebagai founder. Selain itu, Geng Kapak ini juga mengumumkan keterlibatan Baim Wong dan Ingyin RR dalam grup mereka.

Jadi, isi GPX enggak cuma pro player doang, Sobat Gamers, ada influencer juga. Kemungkinan besar sih, geng ini bakal makin gede dan menggandeng lebih banyak orang berpengaruh.

Mau enggak mau, netizen pasti berpikir demikian. Soalnya, waktu RRQ Hoshi menang di MPL Season 6 kemarin, GPX juga mengucapkan selamat dengan mengunggah foto ber-caption ‘menarik’.

“Congrats Team RRQ from GPX IDN… Semoga ke depan kita bisa menjadi tim esports sebesar kalian. Kalian adalah inspirasi kita generasi-generasi muda!”

Nah, kalian pun pasti bakal berasumsi kan, Sobat Gamers? Apakah maksudnya GPX bakal bikin tim? Atau, mereka mewakili komunitas penggemar esports Indonesia yang memang masih terdiri dari anak-anak muda? hal yang bikin Geng Kapak ini semakin ‘naik’ adalah mereka enggak ragu sama sekali buat ngebahas hal-hal sensitif mengenai esports. Mulai dari pemain, tim, bahkan perusahaan game dan esports pun dibabat.

“Bukan Lambe MOBA, woi. Justru ini out of the box. The first esports dengan konsep fun dan benar-benar share kehidupan sehari-hari talent-talentnya.” Begini komentar Donkey Yurino saat pengikutnya dengan iseng mengatakan GPX jadi akun gosip.

Ikuti informasi lainnya serta isu menarik di dunia esports dan game cuma di website INDOESPORTS.

<\body> <\html>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

serial number windows 8.1 terlengkap

nih gays saya mau posting beberapa serial number milik windows 8.1 oke langsung saja dipilih mna yang kalian butuhkan Silahkan di Coba Product Key Windows 8.1 di bawah ini: Windows 8.1          M9Q9P-WNJJT-6PXPY-DWX8H-6XWKK Windows 8.1 Professional             GCRJD-8NW9H-F2CDX-CCM8D-9D6T9 Windows 8.1 N             7B9N3-D94CG-YTVHR-QBPX3-RJP64 Windows 8.1 Professional N          4NX4X-C98R3-KBR22-MGBWC-D667X Windows 8.1 Professional with Windows Media Center        789NJ-TQK6T-6XTH8-J39CJ-J8D3P Windows 8.1 Single Language           BB6NG-PQ82V-VRDPW-8XVD2-V8P66 Windows 8.1 Single Language on Emerging Markets     NCTT7-2RGK8-WMHRF-RY7YQ-JTXG3 Windows 8.1 Enterprise                  MHF9N-XY6XB-WVXMC-BTDCT-MK...

Mengakui Kelemahan Adalah Langkah Menjadi Pemimpin

     Di era modern yang serba kompetitif ini, kita sering kali tanpa sadar terjebak pada satu stereotip kuno yang sangat melelahkan: seorang pemimpin atau pemilik usaha adalah sosok pahlawan super yang memiliki jawaban untuk semua masalah. Masyarakat secara tidak langsung menuntut mereka untuk selalu tahu arah, selalu punya solusi instan di ujung jari, dan pantang terlihat bingung, apalagi gagal. Kita mengonstruksi figur pemimpin ideal sebagai manusia tanpa cela yang kebal terhadap keraguan. Namun, di balik celemek kerja atau meja kasir, benarkah demikian?. Pakar kepemimpinan global, John C. Maxwell, secara berani justru membongkar mitos pahlawan super tersebut. Menurutnya, rahasia terbesar dan kekuatan sejati seorang pemimpin bukanlah kemampuannya untuk memiliki semua jawaban, melainkan keberaniannya untuk mengajukan pertanyaan yang hebat. Seperti yang pernah dikatakan oleh filsuf Bernard Baruch, "Jutaan orang melihat apel jatuh, tetapi hanya Newton yang bertanya mengapa...

Gempuran Tren 'Minimal-Minimal' di Medsos: Ilusi atau Realita Cinta Masa Kini?

  Gempuran Tren 'Minimal-Minimal' di Medsos: Ilusi atau Realita Cinta Masa Kini? Pernahkah kalian membuka media sosial dan menemukan konten yang membahas kriteria pasangan idaman? Belakangan ini, saya sering sekali menjumpainya. Mulai dari syarat minimal penghasilan, tinggi badan, ketampanan atau kecantikan, hingga kriteria materi seperti harus memiliki mobil dan rumah sendiri. Di sisi lain, ada juga yang sekadar mencari sosok penyayang dan bertanggung jawab. Apakah semua ini murni standar zaman sekarang, atau sekadar ilusi demi kehidupan ideal si pencari pasangan?.  Tentu saja, setiap manusia berhak memimpikan kehidupan mereka dan memiliki cara tersendiri untuk mencapainya. Mari kita gunakan analogi sederhana: Bayangkan dua orang sedang duduk, lalu salah satunya merasa haus. Ada segelas air berjarak lima puluh meter dari mereka. Orang yang haus ini memiliki dua opsi: berjalan sendiri mengambil air tersebut, atau meminta tolong temannya. Jika ia meminta tolong, sang teman pun ...