Agama Memberikan Bekal Untuk Menyelesaikan Masalah
Sering kali terjadi, pada saat sesuatu yang indah tengah berjalan, dengan tatanan yang sesuai dengan harapan dan saat semua sedang terasa begitu manis. Dia datang tanpa permisi menghalangi keindahan, mengubah tatanan, meruntuhkan harapan, memberi pil pahit pada kue manis yang kita buat. Siapa sih yang tak pernah mengalami masalah, bahkan sedari kecilpun kita sudah disuguhi permasalahan yang harus kita pecahkan. Mungkin dulu hanya masalah-masalah receh, seperti mainan rusak, menemukan teman yang bersembunyi ketika petak umpet, kemudian beranjak dewasa masalah yang ditemui menjadi berbeda, seperti masalah belajar atau masalah cinta-cintaan. Tidak lebih rumit!, masalah yang datang sekarang itu sama saja seperti masalah yang telah berlalu di masa lampau. “Kok bisa?”, karena masalah yang dulu dihadapi ialah masalah yang memang porsinya untuk kita saat itu. Untuk kita yang sekarang yang sudah tumbuh ini masalahnya tetap sama, tetap membuat kita pusing, tetap membuat emosi kita beru...