Langsung ke konten utama

Evos Funi Dan Earl Gabung GPX

 


 Fanny 'funi' cyntia dan Winda 'Earl' Lunardi menyatakan keluar dari Evos Lynx pada tanggal 19/08. Mereka merapat ke klub pendatang baru di Esports yaitu Geng Kapak (GPX).



  Funi dan Earl dinyatakan bergabung ditim Geng Kapak (GPX) pada tanggal 21/08. Mereka akan mengisi lane Support dan Tank di tim Geng Kapak (GPX).

seperti unggahan mereka di akun instagram gpx.idn, tak banyak kata yang diucapkan Funi dan Earl setelah bergabungnya mereka di team GPX.m

 Berbeda dengan mereka yang mengucapkan banyak kata perpisahan ketim Evos Lynx. Kala itu Funi meminta agar tidak disebut sebagai pengkhianat, karena tentu ia tak mengetahui perjalanan karirnya kedepannya.

 "maaf ya buat semua yang kecewa dengan keputusanku, dan terima kasih banyak buat semua yang masih mendukung aku. jujur, aku pribadi masih ingin ngerasain kompetitif, dan semoga kalian semua bisa menerima keputusanku ya"  ucap funi.

 "Maaf ya yang mikir aku pengkhianat atau gimana, nggak ada niatan sama sekali kayak gitu. Aku sendiri mikirnya Evos bakal jadi team pertama dan terakhir bagiku, tapi kedepannya enggak ada yang tahu, " Lanjutnya.



 Alasan Winda 'Earl' Lunardi

 Ia awalnya tidak blak-blakan mengaku akan pindah tim ia memgaku ingin lebih fokus berkarier sebagai streamer." Sudah tujuh hari nggak Streaming, ntar Ci Win nggak bisa makan. Gad jadi Streamer robot, kejar jam dan WHR. Capek juga sih habis turnamen kudu kejar live streaming." Ungkap Winda Earl di instastorynya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

serial number windows 8.1 terlengkap

nih gays saya mau posting beberapa serial number milik windows 8.1 oke langsung saja dipilih mna yang kalian butuhkan Silahkan di Coba Product Key Windows 8.1 di bawah ini: Windows 8.1          M9Q9P-WNJJT-6PXPY-DWX8H-6XWKK Windows 8.1 Professional             GCRJD-8NW9H-F2CDX-CCM8D-9D6T9 Windows 8.1 N             7B9N3-D94CG-YTVHR-QBPX3-RJP64 Windows 8.1 Professional N          4NX4X-C98R3-KBR22-MGBWC-D667X Windows 8.1 Professional with Windows Media Center        789NJ-TQK6T-6XTH8-J39CJ-J8D3P Windows 8.1 Single Language           BB6NG-PQ82V-VRDPW-8XVD2-V8P66 Windows 8.1 Single Language on Emerging Markets     NCTT7-2RGK8-WMHRF-RY7YQ-JTXG3 Windows 8.1 Enterprise                  MHF9N-XY6XB-WVXMC-BTDCT-MK...

Mengakui Kelemahan Adalah Langkah Menjadi Pemimpin

     Di era modern yang serba kompetitif ini, kita sering kali tanpa sadar terjebak pada satu stereotip kuno yang sangat melelahkan: seorang pemimpin atau pemilik usaha adalah sosok pahlawan super yang memiliki jawaban untuk semua masalah. Masyarakat secara tidak langsung menuntut mereka untuk selalu tahu arah, selalu punya solusi instan di ujung jari, dan pantang terlihat bingung, apalagi gagal. Kita mengonstruksi figur pemimpin ideal sebagai manusia tanpa cela yang kebal terhadap keraguan. Namun, di balik celemek kerja atau meja kasir, benarkah demikian?. Pakar kepemimpinan global, John C. Maxwell, secara berani justru membongkar mitos pahlawan super tersebut. Menurutnya, rahasia terbesar dan kekuatan sejati seorang pemimpin bukanlah kemampuannya untuk memiliki semua jawaban, melainkan keberaniannya untuk mengajukan pertanyaan yang hebat. Seperti yang pernah dikatakan oleh filsuf Bernard Baruch, "Jutaan orang melihat apel jatuh, tetapi hanya Newton yang bertanya mengapa...

Gempuran Tren 'Minimal-Minimal' di Medsos: Ilusi atau Realita Cinta Masa Kini?

  Gempuran Tren 'Minimal-Minimal' di Medsos: Ilusi atau Realita Cinta Masa Kini? Pernahkah kalian membuka media sosial dan menemukan konten yang membahas kriteria pasangan idaman? Belakangan ini, saya sering sekali menjumpainya. Mulai dari syarat minimal penghasilan, tinggi badan, ketampanan atau kecantikan, hingga kriteria materi seperti harus memiliki mobil dan rumah sendiri. Di sisi lain, ada juga yang sekadar mencari sosok penyayang dan bertanggung jawab. Apakah semua ini murni standar zaman sekarang, atau sekadar ilusi demi kehidupan ideal si pencari pasangan?.  Tentu saja, setiap manusia berhak memimpikan kehidupan mereka dan memiliki cara tersendiri untuk mencapainya. Mari kita gunakan analogi sederhana: Bayangkan dua orang sedang duduk, lalu salah satunya merasa haus. Ada segelas air berjarak lima puluh meter dari mereka. Orang yang haus ini memiliki dua opsi: berjalan sendiri mengambil air tersebut, atau meminta tolong temannya. Jika ia meminta tolong, sang teman pun ...