Masalah Media Sosial

 


Cerita kali ini mungkin cukup remeh dan kalian juga pasti udah mengalaminnya sebelum saya, tapi menurut saya ini juga menarik untuk saya tulis, terutama buat saya pribadi ya. Jadi seperti ini, tadi sore saya tuh sedang mengalami yang namanya krisis kesemangatan atau juga bisa disebut badmood pada dunia yang saya hadapi. Terus biasa kalo jenuh kan buka sosmed nonton reels instragram atau tiktok, biasalah anak zaman sekarang gitukan, nyari mood booster di social media. Dan apakah yang muncul didepan saya?,yaitu video orang-orang yang hidupnya lebih berat atau juga lebih penuh tekanan daripada saya. Juga muncul quotes-quotes dari sufi-sufi atau pelaku tasawuf yang membuat pikiranku seketika “waow, ternyata aku yang terlalu mengeluh, ternyata aku yang sedang tak memahami hidup”, dan dari situ dalam perasaan dan fikiran kemudian muncul dorongan untuk memperbaiki diri. Kemudian aku berfikir, ternyata sebuah social media itu kadang cukup membantu dalam menaikkan keimanan, bukan hanya soal mengumbar duniawi atau mengumbar hawa nafsu saja.

                Ternyata memang perlu!, seseorang yang faham agama atau seseorang yang mempunya iktikad baik untuk memperbaiki isi media social agar isinya tak melulu soal keduniaan atau soal mengumbar hawa nafsu. Namun bisa di isi dengan dakwah yang menyejukkan, dengan ilmu pengetahuan yang mendidik dan membangkitkan kualitas norma dan kehidupan. Yaps tentu saja itu bukan perkara yang mudah, kadang juga itu bisa dijadikan sebagai penghasil pundi keungan ataupun sebagai topeng belaka dari oknum orang yang bermuka dua dimedia social.

                Haruskah kita mundur?, oh tentu tidak!. Jangan mundur kawan, kalo kita berniat baik dan bertekad untuk meminimalisir konten-koten yang tak berfaedah atau malah merusak moral, kita harus maju. Meski dianggap menjual agama ataupun bermuka dua, kita tetap maju, yang terpenting itu apa tujuan kita, apa yang kita tekadkan. Urusan prasangka orang lain, biarlah menjadi prasangka mereka, kita tidak bisa mengatur perasaan orang dan pemikirannya, yang harus kita atur adalah kita sendiri, karena satu-satunya yang dapat kita kendalikan adalah diri sendiri. Karena konten-konten yang tidak berfaedah dapat ditemukan dengan mudah, seharusnya konten yang berfaedah juga dapat ditemukan dengan mudah, agar cahaya tetap tumbuh dimanapun untuk mengurangi kegelapan.

                Di era sekarang ini yang selalu berhubunan dengan media social, kita harus paham bahwa perbuatan yang tercela atau virus-virus perusakan moral dapat mempengaruhi secara halus dan tanpa disadari dimedia social. Kita dapat berjam-jam betah menggunakan ponsel dan bermain media social, bagaimana kalau yang dinikmati adalah sesuatu yang tak berfaedah dan merusak moral? Tentu saja sangat disayangkan bukan, oleh karena itu, ayolah kita yang memang hendak bertekad baik dan ingin memperbaiki atau setidaknya mengulurkan pilihan kepada penikmat media social, bahwa ada nih konten yang akan membuat wawasanmu atau moralmu atau iman menjadi lebih baik.

                Jadi mari kita bersama-sama membantu membangun sebuah media social yang berisi sebuah pengetahuan yang positif, membangun moral, membuat sesuatu yang berfaedah agar tidak terjadi kemrosotan moral karena media social yang tidak dapat kita hindari bahwa media social akan terus berkembang. Jadi karena perkembangannya tidak bisa kita hindari atau kita kendalikan semau kita, setidaknya kita ikut andil dalam menyumbangkan sisi positif yang bisa dilihat oleh media social agar tidak negatife terus yang muncul dan agar cahaya tidak tenggelam dalam dunia yang dinamakan media social, terima kasih. Mohon maaf apabila ada kesalahan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA INSTALL PES 2015

serial number windows 8.1 terlengkap

konfigurasi debian lengkap dengan gambarnya